Minggu, 27 November 2011

PENANGANAN MASALAH GIZI REMAJA


A.    Masalah gizi remaja
1.      Obesitas
Walaupun kebutuhan energi dan zat-zat gizi lebih besar pada remaja daripada dewasa, tetapi ada sebagian remaja yang makannya terlalu banyak melebihi kebutuhannya sehingga menjadi gemuk. Aktif berolah raga dan melakukan pengaturan makan adalah cara untuk menurunkan berat badan. Diet tinggi serat sangat sesuai untuk para remaja yang sedang melakukan penurunan berat badan. Pada umumnya makanan yang serat tinggi mengandung sedikit energi, dengan demikian dapat membantu menurunkan berat badan, disamping itu serat dapat menimbulkan rasa kenyang sehingga dapat menghindari ngemil makanan/kue-kue.
2.      Kurang Energi Kronis
Pada remaja badan kurus atau disebut Kurang Energi Kronis tidak selalu berupa akibat terlalu banyak olah raga atau aktivitas fisik. Pada umumnya adalah karena makan terlalu sedikit. Remaja perempuan yang menurunkan berat badan secara drastis erat hubungannya dengan faktor emosional seperti takut gemuk seperti ibunya atau dipandang lawan jenis kurang seksi.
3.      Anemia
Anemia karena kurang zat besi adalah masalah yang paling umum dijumpai terutama pada perempuan. Zat besi diperlukan untuk membentuk sel-sel darah merah, dikonversi menjadi hemoglobin, beredar ke seluruh jaringan tubuh, berfungsi sebagai pembawa oksigen.
Remaja perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi daripada laki-laki. Agar zat besi yang diabsorbsi lebih banyak tersedia oleh tubuh, maka diperlukan bahan makanan yang berkualitas tinggi. Seperti pada daging, hati, ikan, ayam, selain itu bahan maknan yang tinggi vitamin C membantu penyerapan zat besi.
B.     Penanganan gizi remaja
1.      Obesitas
a.      Modifikasi diet
Penanganan obesitas mempunyai beberapa cara tatalaksana diet. Bila anak berumur >7 tahun, IMT pada 85-95 persentil, tanpa penyakit penyerta, maka direkomendasikan untuk mempertahankan berat badan dalam jangka waktu yang lama untuk merubah IMT, tetapi bila mempunyai penyakit penyerta maka berat badannya harus diturunkan. Sedangkan pada anak > 7 tahun dengan nilai IMTnya > 95 persentil, mempunyai maupun tidak mempunyai penyakit penyerta, maka kelebihan berat badan anak tersebut harus diturunkan secara bertahap.
Diet dengan kalori sangat rendah
Diet ini diterapkan pada anak dan remaja yang obesitas yang disertai penyakit penyerta dan tidak memberkan respons terhadap anjuran diet diatas. Tujuan pemberian diet sangat rendah kalori ini adalah jika berat badannya >140% BB ideal (superobes). Protein hewani dianjurkan dikonsumsi 1,5-2,5 g/kg BB ideal, minum lebih dari 1,5 L cairan per hari, suplementasi vitamin dan mineral. Diet ini hanya boleh diterapkan selama 12 minggu dengan pengawasan dokter. Pemberian diet cara ini mempunyai efek samping yaitu: terbentuknya batu empedu, diare, kekurangan protein, tekanan darah rendah.
b.      Latihan fisik
Latihan fisik dimaksudkan untuk mengurangi gaya hidup sedentari dan meningkatkan penggunaan energi untuk mengeluarkan kalori., meningkatkan masa muskuler, dan membantu mengkontrol berat badan. Latihan fisik perlu dilakukan secara teratur, selama 30-60 menit per hari. Latihan fisik saja jarang membawa keberhasilan dalam menurunkan berat badan, tetapi lathan fisik dikombinasikan dengan diet dapat merupakan cara untuk meningkatkan gaya hidup sehat dan rasa harga diri.
2.      Anemia
a.      Promosi atau kampanye
Promosi atau ,kampanye tentang anemia kepada masyarakat luas, ditunjang dengan kegiatan penyuluhan kelompok serta konseling yang ditujukan secara langsung pada Remaja Putri/Wanita melalui wadah yang sudah ada di masyarakat seperti sekolah, pesantren, tempat kerja (formal/informal), organisasi dan LSM bidang kepemudaan, kesehatan, keagamaan dan wanita.
Anjuran konsumsi makanan kaya besi dilaksanakan dengan mengacu pada gizi seimbang, diikuti dengan pembinaan kantin di sekolah atau penjaja makanan di sekitar remaja/wanita berkumpul.
3.      Kurang Energi Kronis (KEK)
a.      Pencegahan KEK
Makan makanan yang bervariasi dan cukup mengandung kalori dan protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi dan kentang setiap hari dan makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali.
b.      Penanganan KEK
Meningkatkan program penyuluhan tentang gizi seimbang dan bagi remaja lebih meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung sumber zat besi seperti sayuran hijau potein hewani(susu, daging,telur) dan penambahan suplemen zat besi sebaiknya juga memperhatikan gizi dan pola makan sehari-harinya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda
terimakasih telah berkunjung ke blog saya :)
semoga bermanfaat :)